30 Hadits – Tentang Menuntut Ilmu


image
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hadits no 1

Menuntut ilmu agama adalah kewajiban bagi setiap Muslim

عن أنس بن مالك , قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : طلب العلم فريضة على كلّ مسلم

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.”

[Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 223. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]

Hadits no 2

Keutamaan Orang yang Paham didalam Masalah Agama

قال حميد بن عبد الرّحمن سمعت معاوية خطيبا يقول , سمعت النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم يقول : ” من يرد الله به خيرا يفقّهه في الدّين , وإنّما أنا قاسم , والله يعطي , ولن تزال هذه الأمّة قائمة على أمر الله لا يضرّهم من خالفهم حتّى يأتي أمر الله

Humaid bin Abdurrahman berkata : “Aku mendengar Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu’anhu dalam khutbahnya dia berkata : “Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya niscaya Allah akan berikan ia pemahaman dalam (masalah) agama. Sesungguhnya aku hanyalah pembagi dan Allah yang memberi. Umat ini senantiasa tegak diatas agama Allah, dan tidak merugikan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka, hingga datang ketentuan Allah.”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah didalam Shahih nya, hadits no 71 dan Imam Muslim rahimahullah juga meriwayatkan didalam Shahihnya, hadits semisalnya, hadits no 2392/100/1037]

Hadits no 3

Keutamaan Berjalan Menuntut Ilmu, Ahli Ilmu dan Ilmu adalah Warisan Para Nabi

عن كثير بن قيس قال : كنت جالسا عند أبي الدّرداء في مسجد دمشق , فأتاه رجل , فقال : يا أبا الدّرداء , أتيتك من المدينة – مدينة رسول الله صلّى الله عليه وسلّم – لحديث بلغني أنّك تـحدّث به عن النّبـيّ . قال : فما جاء بك تـجارة ؟ . قال : لا . قال : ولا جاء بك غيره ؟ . قال : لا . قال : فإنّي سمعت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول : ” من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهّل الله له طريقا إلى الجنّة , وأنّ الـملائكة لتضع أجنحتها رضا لطالب العلم , وإنّ طالب العلم يستغفر له من في السّماء والأرض حتّى الحيتان في الـماء , وإنّ فضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب , إنّ العلماء هو ورثة الأنبياء , إنّ الأنبياء لم يورّثوا ولا درهما , إنّما ورّثوا العلم , فمن أخذه , أخذ بـحظّ وافر

Dari Katsir bin Qais Radhiyallahu’anhu, dia berkata : “Ketika aku sedang duduk disebelah Abu Darda’ di Masjid Damaskus. Tiba-tiba datang seorang laki-laki kepadanya, lalu laki-laki itu berkata : “Wahai Abu Darda’, Aku datang kepada mu dari kota Madinah (kota Madinah Rasulullah) untuk keperluan sebuah hadits yang sampai kepada ku bahwa engkau pernah meriwayatkan nya dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Abu Darda’ berkata : “Apakah kamu datang (sekalian) untuk berdagang?” Dia menjawab : “Tidak” Abu Darda’ berkata lagi : “Apakah kamu datang (sekalian) untuk keperluan selain itu?” Dia (laki-laki itu) menjawab : “Tidak” Abu Darda’ berkata : “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap nya. Karena ridha kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang menuntut ilmu akan dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada didalam air. Sesungguhnya keutamaan seorang alim (ulama) dibandingkan seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para Ulama adalah pewaris para Nabi. Dan Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham. Tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia telah mengambil bagian yang banyak.”

[Hasan Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah dalam Sunan nya hadits no 223, Imam Abu Daud rahimahullah dalam Sunan nya, hadits no 3641. Imam Ibnu Hibban rahimahullah didalam Shahih nya hadits no 88. Imam At-Tirmidzi rahimahullah didalam Sunan nya hadits no 2682, Imam Ad-Darimi rahimahullah didalam sunan nya, hadits no 342, Imam Ahmad rahimahullah didalam Musnad nya, hadits no 21612 (tahqiq Ahmad Syakir) atau no 21715 (tahqiq Syuaib dkk). Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah, dan dihasankan oleh Syaikh Syu’aib, Syaikh Fawwaz, Syaikh Khalid, Syaikh Hamzah]

Hadits no 4

Orang belajar dan mengajar ilmu dengan ikhlas seperti orang berjihad dijalan Allah.

عن أبي هريرة قال : سمعت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول : ” من جاء مسجدي هذا ,لم يأته إلاّ لخير يتعلّمه أو يعلّمه , فهو بـمنـزلة الـمجاهد في سبيل الله , ومن جاء لغير ذلك , فهو بـمنـزلة الرّجل ينظر إلى متاع غيره ”

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dia berkata : “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang datang ke masjid ku ini yang tidak lain kecuali hanya untuk kebaikan yang ingin dia pelajari atau yang ingin dia ajarkan. Maka kedudukan nya sama dengan seorang berjihad dijalan Allah. Dan barangsiapa datang dengan niat selain itu, maka kedudukan nya sama dengan seseorang yang hanya dapat memandang harta orang lain saja.”

[Hasan Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam sunan nya hadits no 227. Dan ini lafadz milik nya. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dalam shahih nya hadits no 86. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnad nya haidts no 8603. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dan Dihasankan oleh Syaikh Syuaib al-Arnauth]

Hadits no 5

Pahala orang yang mengajarkan kebaikan dengan ilmu, seperti orang yang mengamalkan ilmu nya

عن معاذ بن أنس , أنّ النّبـيّ صلّى الله عليه وسلّم قال : ” من علّم علما, فله أجر من عمل به , لا ينقص من أجر العامل”

Dari Mu’adz bin Anas Radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa mengajarkan ilmu, maka baginya pahala seperti orang yang mengamalkan ilmu nya dan tidak akan mengurangi pahala orang yang melakukan amal tersebut.”

[Hasan : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah dalam Sunan nya, hadits no 240. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah]

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : من دلّ على خير , قله مثل أجر فاعله “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala pelaku kebaikan tersebut.”

[Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 4899/1893]

Hadits no 6

Ahli Ilmu dan Penuntut Ilmu adalah Pembuka Pintu Kebaikan dan Penutup Pintu Keburukan

عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : ” إنّ من النّاس مفاتيح للخير , مغاليق للشّرّ , وإنّ من النّاس مفاتيح للشّرّ , مغاليق للخير , فطوبى لـمن جعل الله مفاتيح الخير على يديه , وويل لـمن جعل الله مفاتيح الشّرّ على يديه ”

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya diantara manusia ada orang yang menjadi pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan. Dan sesungguhnya diantara manusia juga ada yang menjadi pembuka pintu keburukan dan penutup pintu kebaikan. Maka berbahagialah orang yang Allah telah jadikan dia sebagai kunci pembuka pintu kebaikan ada ditangan nya. Dan celakalah orang yang Allah telah jadikan dia sebagai kunci pembuka pintu keburukan ada ditangan nya.”

[Hasan : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah dalam sunan nya, hadits no 237. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah hadits no 195 dan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah hadits no 1332]

Hadits no 7

Menuntut Ilmu adalah Wasiat Dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam

عن أبي سعيد الخدري , عن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم قال : “سيأتيكم أقوم يطلبون العلم , فإذا رأيتموهم , فقولوا لهم : ” مرحبا , مرحبا يوصيّة رسول الله صلّى الله عليه وسلّم .” واقنوهمز”

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu’anhu, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda :

“Akan datang sekelompok kaum yang akan mencari ilmu. Apabila kalian melihat mereka, maka sambutlah mereka dengan ucapan: “Selamat datang, selamat datang dengan wasiat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.” Dan ajarilah mereka.”

[Hasan : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah dalam sunan nya, hadits no 247. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no 203 dan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahih no 280]

Hadits no 8

Berlindung kepada Allah dari malas menuntut ilmu dan ilmu yang tidak bermanfa’at

عن عبد الله بن الحارث قال : كان إدا قل لزيد بن أرقم : حدّثنا ماسمعت من رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول : لا أحدّثكم إلاّ ماكن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم حدّثنابه . ويأمرنا أن نقول : اَللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ . اَلْلهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا , أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا , أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا . اَلْلهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ , وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ , وَمِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ , وَدَعْوَةٍ لاَ تُسْتَجَابُ

Dari Abdullah bin Al-Harits Rahimahullah, ia berkata : Kebiasaan Zaid bin Arqam Radhiyallahu’anhu ketika dikatakan kepadanya : Ceritakanlah kepada kami sesuatu yang kamu dengar dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam..! maka ia (Zaid) menjawab : “Aku tidak akan menceritakan kepada mu kecuali sesuatu yang Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ceritakan kepada kami dan beliau memerintahkan kami untuk membaca do’a : “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat kikir, sifat pengecut serta dari adzab kubur.” “Ya Allah karuniakanlah kepada jiwa ku ketakwaan, serta bersihkanlah, karena Engkau sebaik-baik pembersihnya. Engkau adalah pengaturnya serta pemiliknya.” “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari hati yang tidak khusyu’, nafsu yang tidak pernah puas, ilmu yang tidak bermanfaat, serta do’a yang tidak dikabulkan.”

[Shahih : Diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i rahimahullah dalam sunan nya, hadits no 5553. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani didalam Shahih Sunan An-Nasa’i]

Hadits no 9

Do’a agar diberi keberkahan pada ilmu yang sudah dipelajari dan meminta ditambahkan ilmu yang bermanfa’at.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : كان رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول :

اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ , وَعَلِّمْنِيْ مَايَنْفَعُنِيْ , وَزِدْنِيْ عِلْمًا , وَالْحَمْدُ لِلّهِ عَلَى كُلِّ حَالِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Ya Allah berilah aku manfaat dari apa yang Engkau ajarkan kepada ku. Ajarilah aku akan apa yang bermanfaat untuk ku dan tambahkanlah ilmu ku. Segala puji bagi Mu ya Allah, pada segala keadaan.”

[Shahih dengan penguat : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah dalam sunan nya, hadits no 251, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani didalam Shahih Sunan Ibnu Majah no 205]

Didalam riwayat yang lain, juga dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam berdo’a :

اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ , وَعَلِّمْنِيْ مَايَنْفَعُنِيْ , وَزِدْنِيْ عِلْمًا , وَالْحَمْدُ لِلّهِ عَلَى كُلِّ حَالِ , وَأَعُوْذُ باِللهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Ya Allah berilah aku manfaat dari apa yang Engkau ajarkan kepada ku. Dan ajarilah aku akan apa yang bermanfaat untuk ku dan tambahkanlah ilmu ku. Segala puji bagi Mu yang Allah pada segala keadaan. Dan aku berlindung kepada Mu ya Allah dari azab Neraka.”

[Shahih dengan penguat : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 3833. Dan Diriwayatkan juga oleh Imam at-Tirmidzi rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 3599. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]

Hadits no 10

Meminta Ilmu yang bermanfaat setelah Shalat Subuh

عن أمّ سلمة رضي الله عنها , أنّ النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم يقول – إذا صلّى الصّبح حين المسلّم :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا , وَرِزْقًا طَيِّبًا , وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu’anha, bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam sering membaca setelah menyelesaikan shalat subuh :

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfa’at, rezeki yang halal dan amal yang diterima.”

[Shahih dengan penguat : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 925. Diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i rahimahullah didalam Sunan Al-Kubra hadits no 9850. Dan diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad rahimahullah didalam Musnad nya, hadits no 26521 (dalam cet lain hadits no 26401) dan hadits no 26602 (dalam cet lain hadits no 26481). Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dan Syaikh Hamzah rahimahullah]

Hadits no 11

Hilangnya ilmu dan Bahayanya Berfatwa Tanpa Ilmu

عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنه يقل : سمعت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول : إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمِ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ , وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاء , حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا , اِتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًاجُهَّالاً , فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ , فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash Radhiyallahu’anhu, dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan cara mencabutnya langsung dari (dada) manusia. Akan tetapi diangkatnya ilmu dengan cara mewafatkan para Ulama. Sehingga apabila tidak tersisa lagi orang alim (ulama), maka manusia akan menjadikan orang-bodoh menjadi pemimpin (ulama) mereka. Ketika mereka (orang bodoh yang diangkat menjadi ulama) ditanya, maka mereka berfatwa tanpa ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan.”

[Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah didalam shahihnya hadits no 6796:2673 dan Imam At-Tirmidzi rahimahullah didalam sunan nya hadits no 2652]

Hadits no 12

Keutamaan Mempelajari al-Qur’an dan Mengajarkan nya

عن عثمان رضي الله عنه عن النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم قال : ” خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Dari Utsman Radhiyallahu’anhu bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkan nya.”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 5027. Diriwayatkan juga oleh Imam At-Tirmidzi rahimahullah dalam sunan nya, hadits no 2907. Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud rahimahullah dalam sunan nya, hadits no 1402]

Dalam riwayat yang lain juga

عن عثمان بن عفان رضي الله عنه قال : قال النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم : ” إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

dari Utsman bin Affan Radhiyallahu’anhu bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya orang yang paling utama diantara kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkan nya.”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 5028. Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 2908 dan Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 211]

Hadits no 13

Keutamaan Mempelajari Hadits dan Mengajarkan nya

عن عبد الرّحمن بن عبد الله بن مسعود يُحَدِّثُ , عَنْ أَبِيْهِ , عَنْ النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ : ” نَضَّرَ اللهُ امْرَأَ , سَمعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبلَّغَهَا , فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ , ثَلاَثُ لاَ يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلمٍ : إِخْلاَصُ الْعَمَلِ لِلّهِ , وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ , وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ , فَإنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهمْ ”

Dari Abdurrahman bin Abdullah bin Masud yang bercerita dari ayahnya dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda :

“Semoga Allah memperindah wajah orang yang mendengar ucapan ku, kemudian dia menyadarinya, menjaga nya dan menyampaikan nya. Berapa banyak orang yang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu daripadanya. Ada tiga hal yang tidak akan mengkhianati hati seorang muslim yakni mengikhlaskan amal perbuatan karena Allah, menasehati para pemimpin kaum muslimin dan terus berada pada barisan jamaah kaum muslimin. Sesungguhnya dakwah (kebaikan) akan mengelilingi mereka dari arah belakang mereka.”

[Shahih : Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi rahimahullah dalam sunan nya, hadits no 2658. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi (3/61) dan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no 404]

Hadits no 14

Diantara Tanda-tanda Hari Kiamat adalah Diangkatnya Ilmu dan Tersebarnya Kebodohan Terhadap Agama.

أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ , وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ , وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ , وَيَظْهَرَ الزِّنَى

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Diantara tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, banyaknya orang minum khamar dan perzinaan dilakukan dengan terang-terangan.”

[Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah didalam shahih nya, hadits no 6785 : 2671]

Hadits no 15

Memperbanyak Istighfar Dalam Majelis Ilmu

عن ابن عمر رضي الله عنه قال : كاَنَ يُعَدُّ لِرَسُولِ الله صلّى الله عليه وسلّم فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَقُوْمَ : ” رَبِّ اغْفِرْلِيْ , وَتُبْ عَلَيَّ , إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَابُ الْغَفُوْرُ ”

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu, dia berkata :

“Dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bisa dihitung dalam satu majelis sebelum berdiri pergi, beliau mengucapkan sebanyak seratus kali : “Wahai Rabbku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Pengampun.”

[Shahih : Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 3434. Diriwayatkan juga oleh Imam Abu Daud rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 1516. Diriwayatkan juga oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 3814. Diriwayatkan juga oleh Imam An-Nasa’i rahimahullah didalam Sunan al-Kubra, hadits no 10219. Diriwayatkan juga oleh Imam Ibnu Hibban rahimahullah didalam Shahih nya, hadits no 927 dan Imam Ahmad rahimahullh didalam Musnad nya, hadits no 4726. Juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari rahimahullah didalam Adabul Mufrad hadits no 618. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah didalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/414-415 dan Shahih Ibnu Majah no 3814 dan Dishahihkan juga oleh Syaikh Syuaib dalam banyak tempat, diantaranya dalam Takhrij Sunan Abu Daud juz 2 hal 627 dan Takhrij Sunan Ibnu Majah juz 2 hal 719]

Hadits no 16

Berkeinginan Kuat Menjadi Seperti Orang lain yang Memiliki Ilmu

عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال : قال النَّبِيُّ صلّى الله عليه وسلّم : ” لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ الله مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ , وَرَجُلٌ آتَاهُ الله الحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِيْ بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu’anhu berkata : bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Tidak boleh Hasad kecuali dalam dua perkara. 1.Terhadap orang yang diberi harta oleh Allah, lalu dia menghabiskan nya dijalan yang benar. 2.Dan terhadap orang yang diberi hikmah (ilmu) oleh Allah lalu dia mengamalkan dan mengajarkan nya kepada orang lain.”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah didalam Shahih nya, hadits no 73, juga dalam hadits no 1409, 7141 dan 7316]

Hadits no 17

Malu dan Berpaling Dari Menuntut Ilmu

عَنْ أَبِي وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم بَيْنَمَا هُوَ جَالِسُ فِي الْمَسْجِدِ وَالنَّاسُ مَعَهُ إِذْ أَقْبَلَ ثَلاَثَةُ نَفَرِ , فَأَقْبَلَ اثْنَانِ إِلَى رَسُوْلِ الله صلّى الله عليه وسلّم وَذَهَبَ وَاحِدٌ , قَالَ : فَوَقَفَا عَلَى رَسُوْلِ الله صلّى الله عليه وسلّم فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَرَأَى فُرْجَةً فِي الْحَلْقَةِ فَجَلَسَ فِيْهَا , وَأَمَّا الآخَرُ فَجَلَسَ خَلْفَهُمْ , وَأَمَّا الثَّالِثُ فَأَدْبَرَ ذَاهَبَا . فَلَمَّا فَرَغَ رَسُوْلُ الله صلّى الله عليه وسلّم قَالَ : ” أَلاَ أَخْبِرُكُمْ عَنِ الْنَّفَرِ الثَّلاَثَةِ ؟ أَمَّا أَحَدُهُمْ فَأَوَى إِلَى اللهِ فَآوَاهُ الله , وَأَمَّا الآخَرُ فَاسْتَحْيَا فَسْتَحْيَا اللهُ مِنْهُ , وَأَمَّا الآخَرُ فَأَعْرَضَ فَأَعْرَضَ اللهُ عَنْهُ ”

Dari Abu Waqid al-Laitsi bahwa ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam sedang duduk dalam majelis di masjid dikelilingi oleh para sahabat, tiba-tiba datanglah tiga orang. Dua orang mendatangi Rasulullah dan yang satunya lagi pergi. Kedua orang itu berdiri dihadapan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, salah seorang dari mereka melihat celah di sela majelis lalu dia duduk disitu. Dan satu lagi duduk dibagian belakang majelis. Sementara yang ketiga pergi meninggalkan majelis. Sesudah menyampaikan nasehat (ceramah) beliau bersabda : “Maukah kalian aku beritahukan tentang tiga orang tadi? Adapun orang yang pertama, ia mendekati Allah, maka Allah pun mendekatinya. Orang yang kedua, ia malu-malu, maka Allah pun malu terhadapnya. Adapun orang yang ketiga, ia berpaling, maka Allah pun berpaling darinya.”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 66 dan hadits no 474]

Hadits no 18

Kesalahan Didalam Menuntut Ilmu yang Harus Dihindari

حَدَّثَنِي ابْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِك عَنْ أَبِيْهِ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ الله صلّى الله عليه وسلّم يَقُوْلُ : ” مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ , أَوْلِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ , أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوْهَ النَّاسِ إِلَيْهِ , أَدْخَلَهُ اللهُ النَّارَ

Dari Ibnu Ka’ab bin Malik, dari ayahnya, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang menuntut ilmu agar dia dianggap sebagai ulama, atau untuk berdebat dengan orang bodoh, atau untuk memalingkan wajah orang lain kepadanya. Maka Allah akan memasukkan nya kedalam neraka.”

[Hasan : Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi rahimahullah didalam sunan nya, hadits no 2654. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah didalam Sunan At-Tirmidzi jilid 3 hal 59-60 no hadits sama]

Hadits no 19

Bahaya Menuntut Ilmu Untuk Mencari Dunia

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلم : ” مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ , لاَيَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا , لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ”

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa menuntut ilmu, yang seharusnya ia tuntut semata-mata mencari wajah Allah Azza wa Jalla, namun ternyata ia menuntutnya semata-mata mencari keuntungan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan aroma wanginya surga pada hari kiamat.”

[Hadits Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah dalam sunan nya, hadits no 252. Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud rahimahullah dalam sunan nya, hadits no 3664. Diriwayatkan juga oleh Imam Ibnu Hibban rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 78. Diriwayatkan juga oleh Imam Al-Hakim rahimahullah dalam Al-Mustadrak nya, hadits no 288. Dishahihkan oleh Imam al-Hakim, disepakati oleh Adz-Dzahabi rahimahullah. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dan Syaikh Syu’aib hafizhahullah dalam beberapa kitab takhrij nya.]

Hadits no 20

Do’a Penutup Majelis Ilmu

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” مَنْ جَلَسَ فِيْ مَجْلِسٍ , فَكَثُرَ فِيْهِ لَغَطُهُ , فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُوْمَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ :

” سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ , وَبِحَمْدِكَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ , أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ”

إِلاَّ غُفِرَلَهُ مَاكَانَ فِيْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang duduk disuatu majelis, dan dia banyak berkata salah, kemudian sebelum beranjak dari majelis tersebut dia membaca doa :

“Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yan hak kecuali Engkau, aku meminta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Maka Allah akan mengampuni kesalahan yang terucap oleh lisan nya didalam majelis tersebut.”

[Shahih : Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi rahimahullah dalam Sunan nya, hadits no 3433. Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud rahimahullah dalam Sunan nya, hadits no 4859. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban rahimahullah dalam Shahih nya, hadits no 594. Diriwayatkan oleh Imam Al-Baghawi rahimahullah dalam Syarhus Sunnah, hadits no 1340. Diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i rahimahullah dalam Sunan al-Kubra nya, hadits no 10187, 10188, 10189, 10190 dan 10191. Dan juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dalam Musnad nya, hadits no 19812 (takhrij Syaikh Syu’aib). Diriwayatkan juga oleh Imam Ad-Darimi rahimahullah dalam Sunan nya, hadits no 2658. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dan Syaikh Syuaib rahimahullah dalam beberapa kitab nya.]

Hadits no 21

Macam-macam Manusia Dalam Menuntut Ilmu

عَنْ أَبِي مُوسَى ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ ، كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتِ الْمَاءَ ، فَأَنْبَتَتِ الْكَلأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتِ الْمَاءَ ، فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا ، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً وَلاَ تُنْبِتُ كَلأً ، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ

قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ : قَالَ إِسْحَاقُ : وَكَانَ مِنْهَا طَائِفَةٌ قَيَّلَتِ الْمَاءَ قَاعٌ يَعْلُوهُ الْمَاءُ وَالصَّفْصَفُ الْمُسْتَوِي مِنَ الأَرْضِ

Dari Abu Musa, dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang bersabda :

“Perumpamaan petunjuk (hidayah) dan ilmu yang Allah mengutus ku dengan membawanya seperti perumpamaan hujan lebat yang turun ke bumi : (1) Ada tanah yang subur yang dapat menyerap air, sehingga dapat menumbuhkan banyak tumbuh-tumbuhan dan tanaman. (2) Ada tanah yang kering yang dapat meampung air, sehingga Allah memberikan manfaat kepada manusia dengan nya. Mereka bisa minum, mengambil air dan bercocok tanam dengan nya.  (3) Ada sebagian lagi membasahi tanah yang tandus dan gersang, yang tidak dapat menampung air dan juga tidak dapat menumbuhkan tanaman. Itulah perumpamaan orang yang mempelajari agama Allah. Ia bisa mengambil manfaat dari hidayah yang Allah utus aku dengan membawanya. Ia mengilmuinya lalu mengajarkan nya. Perumpamaan orang yang tidak peduli dengan nya, ia tidak menerima hidayah Allah yang aku diutus dengan membawanya.”

Abu Abdullah berkata : Ishaq berkata : “Ada jenis tanah yang dapat menyerap air, Qaa’un adalah jenis tanah seperti wadah yang dapat menampung air. Tanah Ash-Shafshaf adalah tanah yang datar.”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 79 dan Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 2282]

Hadits no 22

Semangat yang Tinggi dalam menuntut ilmu dan Bersungguh-sungguh dalam mendapatkan nya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّهُ قَالَ : قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ؟ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ، أَنْ لاَ يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ ، أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، مَنْ قَالَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ , خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

Dari Abu Hurairah bahwasanya ia berkata : “Suatu ketika aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam : “Ya Rasulullah, siapakah yang paling beruntung mendapatkan syafaat mu dihari kiamat kelak?” Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab : “Wahai Abu Hurairah, aku sudah mengira bahwa engkau adalah orang yang pertama akan menanyakan hal tersebut karena aku melihat engkau memiliki semangat yang tinggi dalam mendapatkan hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku dihari kiamat kelak adalah siapa saja yang mengucapkan kalimat : “Laa ilaaha ilallaah (Tidak ada Tuhan yang Berhak disembah selain Allah).” Dengan ikhlas dari lubuk hatinya atau dari jiwa nya.”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih nya, hadits no 99 dan juga hadits no 6570]

Hadits no 23

Tetap Belajar Walaupun Sibuk Urusan Dunia

عَنْ عُمَرَ ، قَالَ : ” كُنْتُ أَنَا وَجَارٌ لِي مِنْ الأَنْصَارِ فِي بَنِي أُمَيَّةَ بْنِ زَيْدٍ وَهِيَ مِنْ عَوَالِي الْمَدِينَةِ ، وَكُنَّا نَتَنَاوَبُ النُّزُولَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْزِلُ يَوْمًا وَأَنْزِلُ يَوْمًا ، فَإِذَا نَزَلْتُ جِئْتُهُ بِخَبَرِ ذَلِكَ الْيَوْمِ مِنَ الْوَحْيِ وَغَيْرِهِ ، وَإِذَا نَزَلَ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ ، فَنَزَلَ صَاحِبِي الأَنْصَارِيُّ يَوْمَ نَوْبَتِهِ فَضَرَبَ بَابِي ضَرْبًا شَدِيدًا ، فَقَالَ : أَثَمَّ هُوَ ؟ فَفَزِعْتُ فَخَرَجْتُ إِلَيْهِ ، فَقَالَ : قَدْ حَدَثَ أَمْرٌ عَظِيمٌ ، قَالَ : فَدَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ , فَإِذَا هِيَ تَبْكِي ، فَقُلْتُ : طَلَّقَكُنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ قَالَتْ : لاَ أَدْرِي . ثُمَّ دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقُلْتُ وَأَنَا قَائِمٌ : أَطَلَّقْتَ نِسَاءَكَ ؟ قَالَ : لاَ . فَقُلْتُ : اللَّهُ أَكْبَرُ

Dari Umar -Radhiyallahu’anhu-, ia berkata : “Dahulu aku dan tetangga ku seorang Anshar dari Bani Umayah bin Zaid (salah satu desa yang ada di Madinah) selalu bergantian mendatangi Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Hari ini dia dan besoknya aku. Apabila tiba giliran ku, maka aku menyampaikan kepada nya tentang wahyu yang turun pada hari itu ataupun yang lain. Apabila hari itu tiba giliran nya, maka ia melakukan seperti apa yang aku lakukan. Pada suatu hari tibalah giliran sahabat ku itu, kemudian ia kembali dan menggedor pintu rumahku dengan sangat keras dan berkata : “Adakah Umar disini?” Aku pun terkejut dan keluar menemuinya, lalu ia berkata : “Telah terjadi peristiwa yang sangat besar” Lalu aku mendatangi Hafshah ditempatnya dan ternyata ia sedang menangis. Aku bertanya : “Apakah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam telah menceraikan kalian?” Hafshah menjawab : “Saya tidak tahu” Kemudian aku datang menemui Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dan aku bertanya pada beliau sambil berdiri. “Apakah engkau telah menceraikan isteri-isteri mu?” Beliau menjawab : “Tidak” Mendengar jawaban beliau, aku bertakbir “Allahu Akbar”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 89]

Hadits no 24

Bergaul dengan para Ulama

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : إِنَّ النَّاسَ يَقُولُونَ أَكْثَرَ أَبُو هُرَيْرَةَ ، وَلَوْلاَ آيَتَانِ فِي كِتَابِ اللَّهِ مَا حَدَّثْتُ حَدِيثًا ، ثُمَّ يَتْلُو : ” إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ إِلَى قَوْلِهِ الرَّحِيمُ [سورة البقرة آية 159 – 160 ] إِنَّ إِخْوَانَنَا مِنَ الْمُهَاجِرِينَ كَانَ يَشْغَلُهُمْ الصَّفْقُ بِالأَسْوَاقِ ، وَإِنَّ إِخْوَانَنَا مِنَ الأَنْصَارِ كَانَ يَشْغَلُهُمُ الْعَمَلُ فِي أَمْوَالِهِمْ ، وَإِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ كَانَ يَلْزَمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشِبَعِ بَطْنِهِ ، وَيَحْضُرُ مَا لاَ يَحْضُرُونَ ، وَيَحْفَظُ مَا لاَ يَحْفَظُونَ

Dari Abu Hurairah -Radhiyallahu’anhu-, ia berkata : “Sesungguhnya manusia mengatakan : “Abu Hurairah paling banyak menyampaikan hadits.” Kalaulah bukan karena dua ayat yang tercantum didalam Kitabullah, niscaya aku tidak akan menyampaikan satu hadits pun.”

Kemudian Abu Hurairah membaca firman Allah Subhanahu wa ta’ala : “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas).” Sampai firman Allah “Maha Penyayang”.” [Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 159-160]

“Sesungguhnya saudara-saudara kita dari kalangan Muhajirin disibukkan dengan mengurusi perdagangan mereka dipasar, dan saudara-saudara kita dari kalangan Anshar disibukkan dengan mengolah harta mereka. Dan sementara itu, sesungguhnya Abu Hurairah senantiasa menyertai Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam karena merasa cukup dengan makanan seadanya. Sehingga dia bisa menghadiri majelis yang tidak dapat mereka (muhajirin dan anshar) hadiri, dan bisa menghafal apa yang tidak bisa mereka (muhajirin dan anshar) hafal.”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 118]

Hadits no 25

Larangan Menyembunyikan Ilmu

عن أنس بن مالك قال : سمعت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول : ” من سئل عن علم فكتمه , ألجم يوم القيامة بلجام من نار

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu, lalu dia menyembunyikan nya. Maka dia akan dicambuk pada hari kiamat dengan cambuk dari Api Neraka.”

[Shahih dengan penguat : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah no 264. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Sunan Ibnu Majah no 214]

Hadits no 26

Bolehnya menunda menyampaikan ilmu karena khawatir akan keselamatan jiwa nya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : ” حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِعَاءَيْنِ ، فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَبَثَثْتُهُ ، وَأَمَّا الآخَرُ فَلَوْ بَثَثْتُهُ قُطِعَ هَذَا الْبُلْعُومُ

Dari Abu Hurairah -Radhiyallahu’anhu-, ia berkata : “Aku telah menghafal dua buah kantong hadits dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Satu kantongnya telah aku sampaikan. Adapun satu kantong terakhir, jika aku sampaikan, niscaya leherku akan ditebas.”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 120]

Hadits no 27

Bolehnya mengkhususkan pelajaran untuk suatu kaum yang bisa memahami ilmu tersebut

عَنْ قَتَادَةَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنَ مَالِكٍ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَمُعاذٌ رَدِيفُهُ عَلَى الرَّحْلِ ، قَالَ : يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ ، قَالَ : لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ ، قَالَ : يَا مُعَاذُ ، قَالَ : لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ ثَلاَثًا ، قَالَ : ” مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ ، إِلاَّحَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ .” قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ أُخْبِرُ بِهِ النَّاسَ فَيَسْتَبْشِرُوا ؟ قَالَ : إِذًا يَتَّكِلُوا . وَأَخْبَرَ بِهَا مُعَاذٌ عِنْدَ مَوْتِهِ تَأَثُّمًا

Dari Qatadah, ia berkata : Anas bin Malik telah menceritakan kepada kami, bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda kepada Mu’adz yang saat itu dibonceng beliau diatas hewan tunggangan, beliau berkata : “Ya Mu’adz bin Jabal” Mu’adz menjawab : “Labbaika wa sa’daika ya Rasulullah” Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda lagi : “Ya Mu’adz.” Mu’adz menjawab lagi : “Labbaika wa sa’daika ya Rasulullah” Demikian beliau lakukan sebanyak tiga kali. Lalu beliau bersabda : “Siapa saja yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah secara tulus dari hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka.” Mu’adz berkata : “Wahai Rasulullah, bolehkah aku sampaikan berita gembira ini kepada orang banyak agar mereka merasa bergembira dengan nya?” Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab : “Jangan, nanti mereka akan bertawakkal saja tanpa mau beramal.” Ketika Mu’adz mendekati ajal nya, ia menyampaikan hadits ini karena khawatir merasa berdosa (jika menyembunyikan ilmu).”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam shahihnya hadits no 128 dan diriwayatkan juga oleh Imam Muslim rahimahullah dalam shahih nya hadits no 32]

Hadits no 28

Majelis ilmu adalah Majelis Dzikir. Duduk di majelis ilmu bisa menghapuskan dosa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ : ” إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَلاَئِكَةً سَيَّارَةً فُضُلاً يَتَبَّعُونَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ ، فَإِذَا وَجَدُوا مَجْلِسًا فِيهِ ذِكْرٌ قَعَدُوا مَعَهُمْ ، وَحَفَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِأَجْنِحَتِهِمْ حَتَّى يَمْلَئُوا مَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا ، فَإِذَا تَفَرَّقُوا عَرَجُوا وَصَعِدُوا إِلَى السَّمَاءِ ، قَالَ : فَيَسْأَلُهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ . مِنْ أَيْنَ جِئْتُمْ ؟ فَيَقُولُونَ : جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عِبَادٍ لَكَ فِي الأَرْضِ يُسَبِّحُونَكَ ، وَيُكَبِّرُونَكَ ، وَيُهَلِّلُونَكَ ، وَيَحْمَدُونَكَ ، وَيَسْأَلُونَكَ . قَالَ : وَمَاذَا يَسْأَلُونِي ؟ قَالُوا : يَسْأَلُونَكَ جَنَّتَكَ . قَالَ : وَهَلْ رَأَوْا جَنَّتِي ؟ قَالُوا : لاَ , أَيْ رَبِّ . قَالَ : فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا جَنَّتِي ؟ قَالُوا : وَيَسْتَجِيرُونَكَ . قَالَ : وَمِمَّ يَسْتَجِيرُونَنِي ؟ قَالُوا : مِنْ نَارِكَ يَا رَبِّ ، قَالَ : وَهَلْ رَأَوْا نَارِي ؟ قَالُوا : لاَ . قَالَ : فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا نَارِي ؟ قَالُوا : وَيَسْتَغْفِرُونَكَ . – قَالَ – فَيَقُولُ : قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوا وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوا – قَالَ – فَيَقُولُونَ : رَبِّ فِيهِمْ فُلاَنٌ , عَبْدٌ خَطَّاءٌ إِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ . قَالَ : فَيَقُولُ : وَلَهُ غَفَرْتُ هُمُ الْقَوْمُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ

Dari Abu Hurairah -Radhiyallahu’anhu- dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda :

“Sesungguhnya Allah yang Mahasuci dan Mahatinggi mempunyai beberapa malaikat yang berkeliling mencari majelis dzikir. Apabila mereka telah menemukan majelis dzikir tersebut, mereka pun duduk disana dengan membentangkan sayap mereka, hingga memenuhi ruang antara mereka dan langit paling bawah, dan jika majelis dzikir itu telah selesai, mereka pun naik ke langit.” Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam meneruskan sabdanya : “Kemudian Allah Azza wa Jalla bertanya kepada mereka. Dan Dia lebih tahu daripada mereka. “Kalian datang dari mana?” Mereka (para malaikat) berkata : “Kami datang dari sisi hamba-hamba Mu dibumi yang selalu bertasbih, bertakbir, bertahlil, bertahmid dan meminta kepada Mu.” Lalu Allah Subhanahu wa ta’ala bertanya : “Apa yang mereka minta?” Para Malaikat menjawab : “Mereka memohon surga-Mu?” Allah Subhanahu wa ta’ala bertanya lagi : “Apakah mereka pernah melihat Surga Ku?” Para Malaikat menjawab : “Belum, mereka belum pernah melihatnya.” Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : “Bagaimana seandainya mereka melihat surga-Ku” Para malaikat berkata lagi : “Mereka juga memohon perlindungan kepada Mu.” Allah Subhanahu wa ta’ala bertanya : “Dari apa mereka meminta perlindungan kepada Ku?” Para Malaikat menjawab : “(Mereka meminta perlindungan) dari Neraka Mu ya Rabb.” Allah Subhanahu wa ta’ala bertanya lagi : “Apakah mereka pernah melihat neraka Ku?” Para Malaikat menjawab : “Belum pernah” Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : “Bagaimana seandainya mereka melihat neraka Ku.” Para Malaikat pun berkata : “Mereka juga memohon ampun kepada Mu?” Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : “Ketahuilah hai para Malaikat Ku, Sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka, memberikan apa yang mereka minta dan melindungi mereka dari neraka.” Para Malaikat berkata : “Ya Rabb, didalam majelis itu ada seorang hamba yang banyak berbuat dosa dan kebetulan hanya lewat lalu duduk bersama mereka.” Allah Subhanahu wa ta’ala pun berfirman : “Sesungguhnya Aku telah mengampuni orang tersebut. Sesungguhnya mereka itu adalah suatu kaum yang teman duduknya tidak akan celaka karena mereka.”

[Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah didalam shahih nya, hadits no 6839 : 2689]

Hadits no 29

Turun nya Sakinah dan Rahmat di Majelis Ilmu, serta Allah menyebut orang yang duduk di Majelis ilmu dihadapan para Malaikat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ ، وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ , يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ , وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ , إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ , وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

Dari Abu Hurairah -Radhiyallahu’anhu- bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Siapa yang membebaskan seorang Mukmin dari suatu kesulitan di Dunia, Allah akan membebaskan nya dari kesulitan pada Hari Kiamat. Siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, Allah akan memberikan kemudahan baginya didunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutup aib nya didunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudara nya (sesama Muslim). Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah sekelompok orang berkumpul di rumah Allah (masjid) untuk membaca al-Qur’an dan mempelajarinya, melainkan mereka akan mendapatkan ketenangan, rahmat dan akan dikelilingi pada malaikat, serta Allah akan menyebut (nama) mereka kepada malaikat-malaikat yang berada disisi-Nya. Siapa yang lambat amalnya, tidak akan bisa dikejar oleh nasab nya.”

[Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam Shahih nya, hadits no 6853 : 2699]

Hadits no 30

Mengatur Waktu Dalam Mengajar dan Belajar

عَنْ أَبِي وَائِلِ قَالَ : كاَنَ عَبْدُ الله يُذَكِّرُ النَّاسَ فِي كُلِّ خَمِيسٍ , فَقَالَ لَهُ رَجُلُ : يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ لَوَدِدْتُ أَنَّكَ ذَكَّرْتَنَا كُلَّ يَوْمِ .” قَالَ : أَمَا إِنَّهُ يَمْنَعُنِي مِنْ ذَلِكَ أَنِّي أَكْرَهُ أَنْ أُمِلَّكُمْ وَإِنِّي أَتَخَوَّلُكُمْ بِالْمَوْعِظَةِ كَمَا كَانَ النَّبِيُّ صلّى الله عليه وسلّم يَتَخَوَّلُنَا بِهَا مَخَافَةَ السَّآمَةِ عَلَيْنَا

Dari Abu Wa’il yang berkata bahwa Abdullah memberi pelajaran kepada orang-orang setiap hari kamis, kemudian seseorang berkata : “Wahai Abu Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), aku ingin engkau memberi pelajaran kepada kami setiap hari.” Dia menjawab : “Sungguh, aku tidak mau melakukan nya karena takut membuat kalian bosan. Aku ingin memperhatikan kalian saat memberi pelajaran sebagaimana Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam memperhatikan kami karena khawatir kami jenuh dan bosan.”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih nya 70]

–-–-–-–-–-–-–-–
© [Al-Muntaqa]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s