Cara Menghadapi Tetangga Yang Tidak Baik


image


Tidak bisa di hindari & tidak bisa di pungkiri, terkadang kita harus berhadapan dengan orang yang tidak baik di lingkungan sekitar, termasuk tetangga. Dari mulai di sindir, di cibir hingga tidak di ajak bertegur sapa, mungkin pernah kita alami.

Memiliki tetangga yang tidak baik / jahat memang menimbulkan berbagai macam perasaan, dari mulai khawatir, segan, sedih, hingga kesal dan benci.

Kadang hidup ini lucu, orang yang tadinya baik-baik kepada kita, tiba-tiba menjadi benci kepada kita. Orang yang selalu baik-baik dikala di depan kita, ternyata dibelakang kita menghina atau menjelek-jelekan kita habis-habisan. Kenapa orang bisa berlaku seperti itu, apakah mereka tidak punya hati, apakah mereka tidak bisa bicara jujur, ataukah mereka memang ada niat yang jelek terhadap diri kita.

Biasanya orang yang tidak bisa menahan emosi dan hanya bisa berani bicara di belakang itu, tandanya mereka lebih senang menusuk dari belakang. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati apabila menghadapi orang seperti itu, karena adakalanya mereka bicara didepan kita manis, tetapi dibelakang kita malah menjelek-jelekan kita.

Sekarang pertanyaannya kenapa orang bisa ‘tiba-tiba’ benci kepada orang lain ? Secara ilmu psikologi, hal ini terjadi dari pikiran sadar kita yang menyerap atau menerima respon yang masuk kedalam otak, kemudian lambat laun tertanam dalam syaraf-syaraf pikiran kita dan akhirnya sampai masuk kedalam pikiran bawah sadar. Pikiran kita pada akhirnya sedikit demi sedikit terkontaminasi oleh perasaan tersebut.

Bagi sebagian orang yang mempunyai pikiran positif dalam diri mereka, kemungkinan kecil mereka akan terkena pikiran negatif, sehingga kemungkinan kecil mereka akan mempunyai penyakit hati. Tetapi bagi mereka yang dalam kesehariannya selalu berpikir negatif, maka kemungkinan besar hati dan pikiran mereka juga menjadi negatif pula.

Ada kalanya orang yang benci terhadap kita, pada akhirnya berkomplot untuk membuat tudingan atau tuduhan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Apalagi ada orang yang tidak mempunyai prinsip kebenaran, maka jika mereka diajak bicara mereka bisa dengan mudah terbawa ikut-ikutan. Hal ini terjadi sebagai akibat dari adanya masalah pribadi atau benci karena masalah pribadi terhadap diri kita.

Memang kalau dilihat dari sisi orang yang benci terhadap kita, mungkin mereka akan selalu berpikiran terbalik dengan apa yang kita pikirkan atau yang kita inginkan. Tetapi satu hal yang harus kita ingat bahwa, kadang orang benci terhadap kita bisa menjalar atau menjadi hal yang besar bagi diri kita. Untuk itu dalam menghadapi hal seperti itu, apabila kita sebagai korban tentu harus mawas diri, dan harus mencari solusi bagaimana agar bisa keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

image
–Cara Menghadapi Tetangga Jahat–

Berikut sedikit kiat / cara ringan yang seharusnya perlu anda (kita) terapkan dalam menghadapi situasi tetangga yang saling membenci, iri dengki, mencemooh, main belakang terhadap anda (kita) :


1• Bersabar Dan Berlapang Dada

Terhadap tetangga yang tidak baik ini hendaknya kita jangan membalas perbuatanya, melainkan mencoba bersabar. Dengan begitu kita justru menjadi pribadi yang mulia di mata Allah.

Hal ini di tegaskan dalam Hadits Abu Dzaar:

Ketika Mutaarif bin Abdullah bertemu dengannya, ia berkata: “Wahai Abu Dzaar, aku mendengar tentang apa yang engkau  katakan dan aku ingin bertemu denganmu.” Abu Dzaar berkata: “Ayahmu adalah seorang laki-laki besar! Sekarang engkau telah bertemu denganku.” Mutaarif berkata: “Aku mendengar engkau mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wassalam bersabda: Allah mencintai tiga kelompok dan membenci tiga kelompok.”

Abu Dzaar menjawab: “Aku tidak berpikir bahwa aku akan berbohong mengenai Rasulullah.”

Mutaarif berkata: “Maka siapakah tiga kelompok orang yang di cintai Allah itu?” Abu Dzaar (dengan mengutip sabda Rasulullah) berkata: “Orang yang bertempur mencari ridha Allah, dengan penuh semangat dan mengharap pahala dari-Nya, dan bertempur hingga dia tewas, dan engkau bisa menemukan hal ini dalam kitab Allah.” Kemudian ia membaca: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh” (Ash-Shaf: 4)

Mutaarif bertanya: “Kemudian siapa lagi?.” Ia menjawab: “Seorang laki-laki yang memiliki seorang tetangga jahat  yang menjengkelkan dan mengganggunya, namun ia menghadapinya dengan kesabaran kelapangan sehingga Allah menyelesaikan persoalan tersebut selama masa hidupnya atau setelah kematian salah satu dari mereka.”


2• Jangan Terbawa Emosi

Memang kalau dilihat dari sisi orang yang benci terhadap kita, mungkin mereka akan selalu berpikiran terbalik dengan apa yang kita pikirkan atau yang kita inginkan. Tetapi satu hal yang harus kita ingat bahwa, kadang orang benci terhadap kita bisa menjalar atau menjadi hal yang besar bagi diri kita. Untuk itu dalam menghadapi hal seperti itu, apabila kita sebagai korban tentu harus mawas diri, dan harus mencari solusi bagaimana keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

Kita janganlah terbawa emosi terhadap orang-orang yang benci kepada kita, karena dengan kita emosi mungkin inilah yang mereka inginkan. Mereka ingin melihat kita emosi dan akhirnya kita lepas kontrol akan situasi yang ada, dan tentunya ini akan membuat mereka menjadi senang. Untuk itu, kita haruslah bijak menghadapi orang yang benci terhadap kita, dan janganlah kita terbawa arus dengan pola pikir dan pola permainan mereka.


3• Analisa Perbuatan Mereka

Orang yang suka mencela kita secara serius, biasanya sedang stress, punya masalah dan biasanya punya masa lalu yang negatif (kegagalan, bangkrut, iri dengki dan lain-lain).

Apa yang dilakukan tiap orang pada dasarnya ada penyebabnya dan ada tujuannya. Oleh karena itu, marilah kita belajar menganalisa perilaku orang lain dan menemukan kesimpulan tentang motivasi atau latar belakangnya.

Menghadapi orang yang demikian sebaiknya kita bersifat realistis. Artinya, kita tidak mungkin mengubah watak orang lain. Adanya memang begitu. Bersikap mengalah merupakan langkah terbaik, sebab suatu saat orang tersebut akan mengetahui kesalahannya walaupun tidak mau mengakui kesalahannya.


4• Sabar

Inilah kata yang paling ampuh menghadapi berbagai ulah.

Orang-orang yang tak seide atau bahkan bertentangan atau berlawanan, bahkan bisa jadi seperti ”benalu” di sebuah pohon, kemana orang yang dibencinya bergerak, orang ini akan mengikutinya dan membuat komen yang bisa saja menjengkelkannya, karena memang itu tujuannya.
Orang seperti ini sengaja membuat marah, hobinya yang “menghantam” pihak lain. Begitu juga yang terjadi di lingkungan tetangga dan lain sebagainya, ada saja orang yang “menghantam” orang lain karena beda kelas ekonominya, beda paham, dan lain sebagainya, baik dilakukan terang-terangan maupun diam-diam. Bahkan bila yang dibenci adalah musuh dalam sebuah penciptaan karya, maka racunpun bicara !


 5• Tidak Membalas Dengan Kalimat Yang Kasar Pula

Kalau terjadi, maka “pancingan”nya berhasil.
Karena orang yang membalas kekasaran dengan kekasaran, kejahatan dengan kejahatan, ibarat api ditambah api, maka akan semakin “berkobar” merajalela dan “kebakaran” akan semakin meluas. Sifat api yang panas, bukan dilawan dengan panas pula, tapi dengan lawannya, yaitu air yang dingin. Api dibalas dengan air, panas dibalas dengan dingin, kekerasan dibalas dengan kelembutan dan caci maki dibalas dengan do’a !

Ingat ! Semakin pohon itu tumbuh tinggi menjulang, semakin kencang pula angin menerpanya.
Semakin kita dewasa, semakin banyak pula permasalahannya.
Dulu kita hidup belum berumah tangga, permasalahanpun relatif sedikit yang menimpa dalam kehidupan, semenjak kita memutuskan untuk hidup berumah tangga dan berpindah-pindah tempat tinggal, pastilah kita menemukan berbagai macam pelangi, hiruk pikuk, warna-warni permasalahan, pun termasuk permasalahan dengan tetangga sekitar kita.
Ada yang suka ngegosip, ada yang suka mengarang cerita ekstrim, ada yang suka mempengaruhi tetangga lain untuk membenci kita, dan masih banyak lagi cara-cara kotor yang akan mereka pergunakan untuk menjatuhkan dan melemahkan kita.

Ingat & pikirkan, hidup ini cuma sekali (hidup dimuka bumi ini sungguh sangat singkat), buatlah untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Allah, tidak perlu mengurusi yang tidak perlu untuk diurusi maupun celoteh orang lain.
Bersabarlah √


“Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersabar.”
(An-Nahl: 96)
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”
(Al-Baqarah: 45)
“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.”
(Al-Ahqaf: 35)
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(Al-Anfal: 46)
“(Yaitu) orang-orang yang apabila menimpa kepada mereka suatu musibah, mereka berkata: Sesungguhnya kita ini dari Allah, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita semua akan kembali. Mereka itu akan dikaruniakan atas mereka anugerah-anugerah dari Tuhan mereka dan rahmat, dan mereka itulah orang-orang yang akan mendapat petunjuk.”
(Al-Baqarah: 156-157)
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).”
(Al-A’raf: 126)


“Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
(Az-Zumar: 10)


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s