ETIKA KEHIDUPAN BERTETANGGA DALAM ISLAM


🏠🏡🏠🏡🏠🏡🏠🏡🏠🏡🏠🏡🏠🏡

image

🌆🌃🌆🌃🌆🌃🌆🌃🌆🌃🌆🌃🌆🌃

☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁
Tetangga memang salah satu makhluk yang harus kita muliakan. Berbagai hak kita penuhi sehingga seseorang yang mempunyai tetangga Muslim akan dapat merasakan indahnya akhlak Islam. Bahkan tidak sekedar itu, tidak sekedar memenuhi haknya. Hasan Bashri menyatakan termasuk berbuat baik kepada tetangga adalah tidak mengganggunya. Tidak melakukan sesuatu yang menyebabkan tetangga terganggu. Bahkan kalau tetangga tersebut yang mengganggu, kita pun harus sabar menghadapinya. Tentu kesabaran tersebut kita lakukan setelah kita memberitahukan terlebih dulu bahwa perbuatannya mengganggu kita.
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
Untuk hal-hal yang sifatnya memang harus terjadi, kita harus sabar menghadapinya. Misalnya tetangga sebelah membangun atau merenovasi rumah hingga terdengar suara berisik. Sementara apabila kita yang membangun rumah kita harus tahu diri dengan sebelumnya musti menyatakan permintaan maaf. Kalau ada kecelakaan yang melukai atau merusak bangunan rumahnya kita ganti. Dari Abu Hurairah r.a.  bahwasanya Rasulullah bersabda:
”Janganlah seseorang tetangga itu melarang tetangganya yang lain untuk menancapkan kayu di dindingnya untuk pengukuh atap dan lain-lain.” (Muttafaq ‘alaih)
☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁
Terhadap tetangga yang mengganggu dengan perbuatannya pun kita harus bersabar. Misalnya mereka mengadakan pesta sampai larut malam dengan musik yang hingar bingar. Kita perlu menegurnya terlebih anak kecil kita tidak bisa tidur dibuatnya. Apabila setelah ditegur tidak juga mengindahkan di situlah kita patut bersabar. Juga tetangga yang suka memarkir mobil sembarang, menaruh sampah tidak pada tempatnya, susah bayar iuran, dan sebagainya. Kita harus sabar menghadapinya. Yang utama kita harus memberitahu kepadanya bahwa hidup bertetangga itu saling menghargai kitapun akan menghargai. Kalau pun ia tidak menghargai kita akan sabar menghadapinya. Dengan kesabaran kita insya Allah dirinya akan sadar.
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
Dari Abu Hurairah pula bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya, baik dengan kata-kata atau perbuatan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau kalau tidak dapat berkata baik, maka hendaklah berdiam saja, yakni jangan malahan berkata yang tidak baik.” (Muttafaq ‘alaih) By [Islampos.com]

☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁
🏢🏣🏤🏢🏣🏤🏢🏣🏤🏢🏣🏤🏢🏣

👇 Dan Ada Tambahan 👇

7 Hadits Tentang Hidup Bertetangga

Sungguh
Islam adalah agama yang menyeluruh: Ajarannya mengatur segala macam hal di dunia ini: Termasuk hidup bertetangga pun diatur dalam Islam. Bagaimana hidup bertetangga menurut Islam ? Berikut ini ada 7 hadits tentang hidup bertetangga :
👇

⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
🌁 Hadits 1
Kata Rasulullah, seperti diriwayatkan oleh Aisyah: ”Jibril selalu mewasiatkan kepadaku tentang tetangga sampai aku menyangka bahwa ia akan mewarisinya.” (HR Bukhari-Muslim)
☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁
🌁 Hadits 2
Sabda Rasulullah SAW: ”Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak sayur maka perbanyaklah airnya dan bagikanlah kepada tetanggamu.” (HR Muslim)
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
🌁 Hadits 3
”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” kata Rasulullah: ”maka hendaknya ia tidak menyakiti tetangganya.” (HR Bukhari)
☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁
🌁 Hadits 4
Suatu kali, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang seorang wanita yang dikenal rajin melaksanakan shalat, puasa, dan zakat, tapi ia juga sering menyakiti tetangganya dengan lisannya. Rasulullah menegaskan: ”Pantasnya dia di dalam api neraka!”
Kemudian, sahabat itu bertanya lagi mengenai seorang wanita lain yang dikenal sedikit melaksanakan shalat dan puasa, namun sering berinfak dan tidak menyakiti tetangganya dengan lisannya. Jawab Rasulullah: ”Ia pantas masuk surga!” (HR Ahmad)
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
🌁 Hadits 5
Seorang wanita bersusah payah melaksanakan shalat wajib, bangun malam, menahan haus dan lapar, serta mengorbankan harta untuk berinfak, namun menjadi mubazir lantaran buruk dalam bertutur sapa dengan tetangganya. Rasulullah bersumpah terhadap orang yang berperilaku demikian, tiga kali, dengan sumpahnya, ”Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman …!”
Sahabat bertanya: ”Siapa, ya Rasulullah?”
Beliau menjawab: ”Orang yang tetangganya tidak pernah merasa aman dari keburukan perilakunya.” (HR Bukhari)
☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁
🌁 Hadits 6
Suatu kali, Aisyah pernah bingung mengenai siapa di antara tentangganya yang harus diutamakan. Lalu, ia bertanya kepada Rasulullah: ”Ya Rasulullah, saya mempunyai dua orang tetangga, kepada siapakah aku harus memberikan hadiah?” Beliau bersabda: ”Kepada yang paling dekat rumahnya.” (HR Bukhari)
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
🌁 Hadits 7
”Sebaik-baik kawan di sisi Allah adalah yang paling baik (budi pekertinya) terhadap kawannya, sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik kepada tetangganya.” (HR Tirmidzi) By [Alfahmu.com]

– SEMOGA BERMANFA’AT –
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
🏤🏣🏢🏤🏣🏢🏤🏣🏢🏤🏣