Sekilas Membahas Tentang Penglihatan dan Pendengaran


image

Allah mengkaruniakan kepada kita akal untuk memahami dan membedakan antara yang baik dan yang buruk. Allah membuka mata kita untuk melihat apa yang tidak kita lihat sebelumnya, dan memberi kita telinga untuk mendengar suara-suara sehingga sebagian dari kita memahami perbincangan, serta memberi kita mata untuk melihat berbagai sosok, sehingga kita dapat saling mengenal dan membedakan.

Telinga terlebih dulu berfungsi

image

Bahwasanya perlu kita ketahui, fungsi pendengaran lebih dulu bekerja daripada fungsi penglihatan. Janin di rahim ibu sudah dapat mendengar sementara bayi yang lahir butuh beberapa waktu untuk dapat melihat.

Mengapa pendengaran selalu disebut dalam bentuk Mufrod dan penglihatan dalam bentuk Jamak?

Karena pendengaran hanya bisa fokus terhadap satu objek sementara penglihatan bisa menangkap banyak objek dalam satu waktu. Telinga hanya dapat fokus kepada satu suara sementara mata dapat melihat banyak hal dalam sekejap. Pendengaran adalah indra yang tidak pernah libur. Ia selalu bekerja walau dalam gelap. Karenanya, ketika membicarakan malam, Allah bertanya: “Apakah kamu tidak mendengar?” Allah Swt berfirman:

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِضِيَاء أَفَلَا تَسْمَعُونَ -٧١-

Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah Menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?” (Al-Qashas : 71)

Sementara penglihatan lebih terbatas. Ia hanya bisa berfungsi ketika ada cahaya. Karenanya, ketika berbicara tentang siang, Allah bertanya: “Apakah kamu tidak melihat?”

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ -٧٢-

Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah Menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak melihat?” (Al-Qashas : 72)

Dalam kisah Ashabul Kahfi, Allah menidurkan mereka selama 309 tahun tanpa mereka sadari. Itu karena Allah menutup ‘mencabut’ fungsi pendengaran mereka terlebih dahulu. Jika fungsi pendengaran itu masih aktif, tidak mungkin seseorang bisa tidur dengan waktu sepanjang itu:

فَضَرَبْنَا عَلَى آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَداً -١١-

“Maka Kami Tutup telinga mereka di dalam gua itu, selama beberapa tahun.” (Al-Kahfi : 11)

Dan juga Allah telah memperingatkan: untuk telinga, mata dan hati kita supaya kita bersungguh-sungguh dalam mempergunakannya:

Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf [7] : 204)

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabannya.” (QS. Al-Isra’ [17] : 36)